Setiap bisnis pasti membutuhkan tenaga sumber daya manusia untuk menjalankan bisnis tersebut. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya manusia dalam suatu bisnis merupakan aset yang paling penting. Jika tidak ada sumber daya manusia, apakah bisnis tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan oleh pemilik/pemegang saham?
Penulis mencoba menjabarkan siklus hidup seorang karyawan yang pastinya berlaku hampir di semua bisnis atau perusahaan. Ada banyak model Employee Life Cycle yang dibuat oleh beberapa sumber, tetapi disini penulis akan mencoba sharing ide penulis terkait employee life cycle.
Menurut penulis, secara umum Employee Life Cycle terbagi menjadi 3 siklus, yaitu :
1. Siklus Rekrutmen, Di siklus ini pegawai mulai memasuki proses pencarian pekerjaan sampai dengan karyawan masuk bekerja dan mendapatkan atribut-atribut untuk bekerja. Pencarian karyawan (request to hire), interview, psikotes, negosiasi gaji masuk ke dalam fase ini. Bahkan sampai karyawan tersebut lulus probation (3 bulan/6 bulan) baru bisa dikatakan karyawan tersebut sudah melalui masa rekrutmen ini.
2. Siklus Pengelolaan, Banyak sekali aktifitas-aktifitas dalam siklus ini, siklus ini biasanya menjadi siklus yang paling panjang dari Employee Life Cycle. Contoh aktifitas di dalam siklus ini adalah : gajian, training, penilaian kinerja, promosi, kenaikan gaji, mutasi, cuti, dan lainnya.
3. Siklus Keluar, Ketika seorang karyawan sudah mulai jenuh akan pekerjaan, sudah mulai tidak betah ataupun umur yang sudah tidak mencukupi untuk bekerja, salah satu tindakan yang akan diconsider adalah resign atau pensiun. Dalam siklus ini biasanya dilakukan pengecekan (checklist) terhadap semua atribut-atribut atau bahkan tunjangan-tunjangan yang diterima pegawai yang bersangkutan agar ketika pegawai keluar tidak membawa atribut-atribut dan masih mendapat tunjangan dari perusahaan.
Demikian tulisan saya mengenai employee life cycle, semoga bermanfaat.
